Anak Usia 11 Tahun Mampu Ciptakan Mobil Remot Dari Kardus

FAKTA PANDEGLANG – Gilang Nugroho (11) anak dari pasangan suami istri Eka Awanto dan Dwi Wulan, warga Kampung Sindangsari RT 06 RW 02, Desa Majau, Kecamatan Saketi, yang masih duduk dibangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) Matlaul Anwan (MA) kelas VI, sudah memiliki kratifitas yang tinggi, yakni membuat kerajinan tangan dari limbah kardua, berupa mobil mainan remot.

Mobil remot mainan yang terbuat dari bahan kardus itu, dilengkapi dengan alat dinamo bekas disambung dengan baterai dan menggunakan kabel bekas casan hand phon, kemudian dirakit. Selain itu alat penunjang lainnya yang menjadikan mobil mainan itu bisa hidup dan dimainkan dengan remot, yaitu dengan menggunakan alat lain yang serba bekas.

Adapun remot mobil mainan tersebut juga dibuat dan didesain dari bahan kardus bekas serta alat lainnya, yang dilengkapi dengan tombol untuk mengidupkan dan mematikan mobil remot tersebut.

Bahkan dengan kreatifitas yang dimiliki Gilang tersebut, ia memiliki cita-cita ingin menjadi seorang profesor handal.

Dwi Wulan, orang tua Gilang Nugroho menuturkan, bahwa anaknya itu sangat kreatif dalam membuat kerajinan tangan, dan saat ini Gilang telah membuat kteatifitas barunya yaitu mobil remot dari Kardus.

“Mobil remot yang dibuat anak saya ini terbuat dari kardus dan dikasih dinamo bekas lalu disambungkan dengan baterai melalui kabel bekas casan hand phon (Hp). Lalu dirakit sedemikian rapi, sehingga mobil mainan itu bisa dihidupkan melalui remot yang juga hasil rakitannya,” ungkapnya, Kamis (4/10/18)

Lanjut Dwi, untuk ban mobilnya dikasih karet, sehingga bisa berjalan dan di bawah mobilnya dikasih alat untuk mobil berjalan maju dan mundur. Selain itu, Gilang juga berencana akan membuat desain motor dan mobil yg lain untuk lebih mengembangkan kreatifitasnya tersebut.

“Hal ini tentu menjadi kebanggaan terbesar bagi kami memiliki anak yang kreatif dan mampu memanfaatkan barang bekas. Saya juga merasa aneh ketika gilang membuat mobil remot dari kardus, proses pembuatannya pun sangat cepat, hanya 3 hari gilang mampu membuatnya,” katanya

Tidak hanya itu, ia juga merasa bangka terhadap anaknya yang kreatif dalam memanfaatkan barang-batang bekas. Sehingga barang limbah seperti kardus dan alat elektronik yang lain tidak terbuang sia-sia.

“Karena bahan-bahan mobil remot yang dibuatnya itu dari kardus dan alat elektronik bekas. Dia rakit sehingga menjadi mobil remot yang bisa dimainkan oleh dirinya bahkan anak-anak kecil yang lain,” ujarnya

Ia juga berharap, semoga anaknya itu (Gilang, red) terus dapat mengembangkan kreatifitasnya, sehingga tibul ide-ide baru untuk menciptakan sesuatu hal yang bermanfaat.

“Tentu kami sebagai orang tua terus mendorong dan mendukung apa yang menjadi keahlian yang dimiliki anak kami itu. Mudah-mudahan ketika sudah besar nanti, bakat yang dimilikinya itu terus berkembang,” harapnya. (Achuy)