Anggaran Pembangunan Embung Desa Karyautama Dinilai Tak Jelas

FAKTA PANDEGLANG – Pengalokasian anggaran untuk pembangunan embung Desa Karyautama, Kecamatan Cikedal dari Dana Desa (DD) tahap satu, sebesar Rp 91 juta dinilai tak jelas. Soalnya proses pembangunan embung hingga saat ini belum juga dilaksanakan oleh pihak desa tersebut, sementara anggarannya sudah dicairkan beberapa bulan lalu.

Informasi yang berhasil dihimpun, anggaran untuk pembangunan embung Desa Karyautama itu sebesar Rp 91 juta dari DD tahap satu sudah dicairkan beberapa bulan lalu. Namun pihak desa, sejauh ini belum melaksanakan proses pembangunan. Adapun lahan yang digunakan untuk pembangunan embung itu setatusnya hibah dari warga, dengan luas yakni panjang 25 meter dan lebar 15 meter.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Karyautama, Kecamatan Cikedal, Aminudin mengatakan, bahwa rencana pembangunan embung yang akan dilakukan oleh Pemerintahan Desa (Pemdes) Karyautama, dari DD tahap satu itu belum juga dilaksanakan. Padahal kata dia, anggaran untuk pembangunan sudah dicairkan beberapa bulan lalu. Tetapi pembangunannya belum juga direalisasikan.

“Anggaran embung itu tidak jelas. Soalnnya ketika anggaran sudah dicairkan, tetapi pelaksanaan pembangunan sampai saat ini belum juga dilakukan,” ungkapnya, Sabtu (18/11/17)

Katanya, jumlah anggaran embung dari DD tahap satu itu sebesar Rp 91 juta dan sudah dicairkan. Namun hingga saat ini, pihak desa belum juga melaksanakan pembangunan tersebut, oleh karena itu ia mengaku hawatir anggaran embung disalah gunakan untuk kepentingan pribadi oknum desa tersebut.

“Kalau pembangunan embung yang dianggarkan dari DD tahap satu itu belum juga dilaksanakan oleh pihak desa. anggarannya sudah dicairkan,” katanya.

Harusnya kata dia, pembangunam embung saat ini sudah dilakukan dan sudah selesai. Karena sekarang ini akan melanjutkan program DD tahap dua.

“Apa lagi program DD tahap dua ini sudah mulai turun. Maka ia sangat menghawatirkan kalau pembangunan embung nanti menggunakan anggaran DD tahap dua, sementara anggaran embung dari DD tahap satu dulu sudah dicairkan,” tuturnya.

Ia juga mengaku, bahwa sudah melaporkan hal itu kepada pihak kecamatan, bahkan ia juga sempat mempertanyakan langsung kepada Pjs Kadesnya, namun tidak ada kejelasan.

“Kami minta pembangunan embung segera dilaksanakan. Soalnya anggarannya juga sudah ditarik,” pintanya.

Sementara, Pelaksana Jabatan (Pjs) Kades Karyautama, Kecamatan Cikedal, Mamat mengaku, kalau pembangunan embung itu belum dilaksanakan. Sebab terhambat dengan berbagai persoalan, diantaranya persoalan lahan dan perubahan penganggaran.

“Awalnya lokasi yang akan dibangun embung itu hibah. Namun saat akan digarap, keluarga pemilik lahan yang lain tidak setuju. Makanya kami mengurus lahan terlebih dahulu,” imbuhnya.

Selain itu kata dia, awalnya pembangunan embung itu dianggarkan sebesar Rp 15 juta lebih, dengan ukuruan lahan 5×7 meter. Kemudian, ada teguran dari pihak DPMPD Pandeglang, kalau membangun embung tersebut harus sesuai standar.

“Maka kami menggabungkan anggaran untuk pembangunan embungn dan irigasi, dengan besaran anggaran sebesar Rp 91 juta,” kilahnya.

Lanjut dia, persoalan itu lah yang membuat proses pembangunan embung menjadi lambat. Namun tetap pembangunan harus terealisasi, dan rencananya akan dimulai pada pekan depan.

“Jadi pembangunan terhambat dengan beberapa persoalan. Namun sekarang persoalan yang terjadi sudah selesai dan pembangunan akan segera dilaksanakan,” pungkasnya. (Achuy)