Bawaslu Sebut Ada 458 TPS Rawan Ketersediaan Logistik Pemilu

PANDEGLANG – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang menyebutkan bawa setidaknya ada 458 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan akan ketersediaan logistik, baik surat suara dan perlengkapan lainnya guna menunjang jalannya Pemilihan Umum Pileg, dan Pilpres yang akan diselenggarakan pada Rabu (17/4/2019).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu Pandeglang, Karsono, pada Senin (15/4/2019).

“TPS yang rawan akan ketersediaan logistik ini ada 458 TPS dari total 3906 TPS yang ada di kabupaten Pandeglang,” ungkapnya.

Karsono menjelaskan, bahwa kerawanan TPS ini merupakan hasil pemetaan Badan Pengawas Pemilihan Umum Pandeglang pada beberapa waktu lalu, adapun salah satu parameter kerawanan ini dilihat dari kondisi geografis yang sulit ditempuh dalam pendistribusian logistik ke TPS-TPS yang ada di kabupaten Pandeglang.

“TPS-TPS yang berada di Pandeglang Selatan yang cukup rawan akan ketersediaan logistiknya, karena pendistribusian logistik hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki atau motor karena kondisi infrastrukturny,” ujarnya

Meski Begitu, Pihaknya sudah meminta kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang untuk segera mendistribusikan logistik ke lokasi-lokasi yang dianggap rawan, karena letak geografisnya susah ditempuh.

“Hari ini atau besok, minimal logistik sudah didorong ke KPPs sehingga tidak ada pemilu yang diundur hanya karena logistik yang belum sampai,” Imbuhnya.

Terpisah, Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilh (Sosdiklih) Parmas dan SDM KPU Pandeglang, Ahmadi mengungkapkan, pendistribusian logistik Pemilu di kabupaten pandeglang saat ini berjalan lancar dan tidak ditemukan kendala berarti, hal itu berkat bantuan serta koordinasi aparat kepolisian dan TNI yang selalu siaga dalam pendistribusian logistik sampai ke tingkat PPS.

“Hampir 98 persen saat ini logistik sudah didistribusikan dari PPS ke KPPS (TPS). Kendala tak ada, terkait cuaca sudah kita pastikan pada saat distribusi, logistik ditutup ketika dibawa menggunakan kendaraan bak terbuka. Pendirian TPS didirikan di dataran tinggi terutama yg rawan banjir dan dekat dengan gedung sekolah/fasilitas pemerintah yg lainnya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan”ungkapnya. (Gatot)