Camat Panimbang Kecewa Hasil Pembangunan PT Mahkota Ujung Kulon

FAKTA PANDEGLANG – Camat Panimbang, Suaedi Kurdiatna mengaku sangat kecewa atas hasil pembangunan betonisasi peningkatan kawasan permukiman kumuh, di Desa Tanjung Jaya, Kecanatan Panimbang yang dilakukan oleh PT Mahkota Ujung Kulon, soalnya kualitas bangunan tersebut sangat buruk, karena baru selesai dibangun tetapi sudah banyak mengalami keretakan.

Camat menilai bahwa, kualitas betonisasi dari hasil pengerjaan yang dilakukan pihak pelaksana (PT Mahkota Ujung Kulon, red) sangat buruk. Karena baru beberapa hari selesai dikerjakan, sekarang sudah banyak mengalami keretakan. Hal tersebut, membuat dirinya kecewa, sebab pelaksana sudah tidak mengedepankan kualitas bangunan.

“Saya sangat kecewa atas hasil pembangunan ini. Bagaimana masyarakat bisa menikmati hasil bangunan ini jika kualitasnya buruk seperti ini,” ungkap Camat saat meninjau bangunan betonisasi di Desa Tanjung Jaya, Rabu (25/7/18)

Camat Menilai, pihak pelaksana dalam melakukan pekerjaanya benar-benar tidak memperhatikan kualitas. Sebab jika kualitas itu dikedepankan, ia meyakini hasil pembangunan itu bagus dan tidak mudah rusak.

“Jelas kami bersama masyarakat Panimbang kecewa. Maka dari itu, kami minta betonisasi yang retak-retak ini diperbaiki lagi, bila perlu dibongkar lagi,” katanya

Lanjutnya, jika melihat kondisi bangunan seperti itu, ia memastikan kekuatan betonisasi itu tidak akan mungkin bertahan lama. Karena keretakan yang dialami hasil bangunan tersebut cukup banyak.

“Intinya kami minta diperbaiki lagi, kami juga meminta dinas terkait untuk bertanggung jawab atas hasil pembangunan yang dilakukan pihak ketiga itu,” pintanya

Menurutnya, program pembangunan tersebut dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Banten, dengan anggaran sebesar Rp 1 miliar lebih dari APBD Banten TA 2018. Akan tetapi, dengan anggaran sebesar itu hasilnya tidak maksimal.

“Kami minta Pemprov Banten melakukan evaluasi terhadap PT Mahkota Ujung Kulon dan pihak dinasnya. Karena betonisasi yang dikerjakan oleh pihak pelaksana itu tidak berkualitas,” tegasnya. (Achuy/Riel)