Dana Hasil Iuran Terkumpul, Warga Sindangresmi Lanjutkan Pembangunan Jalan

PANDEGALNG – Masyarakat Desa Sindangresmi, Kecamatan Aindangresmi, Kabupaten Pandeglang yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemuda Peduli Lingkungan (FKPPL) melanjutkan proses pembangunan jalan di desa tersebut, sebab sebelumnya kegiatan yang dilakukan secara swadaya itu sempat tertunda akibat kekurangan dana, namun sekarang dana hasil iuran sudah terkumpul dan pengerjaan telah dilanjutkan lagi.

Koordinator FKPPL, Yogi Iskandar mengatakan, sekarang ini masyarakat Sindangresmi sudah bisa melanjutkan proses pembangunan jalan. Sebab dana hasil penggalang yang dilakukan selama 10 hari sudah terkumpul. Adapun besaran anggaran yang didapat saat ini yaitu sebesar Rp 13.662.000 rupiah, sementara ada beberapa dermawan yang menyumbang barang berupa batu sebanyak 4 truk.

“Kami ucapkan banyak terimakasih kepada masyarakat setempat maupun yang di luar Sindangresmi yang telah membantu perbaikan Jalan Cibaregbeg yang terletak di Desa Sindangresmi,” ungkapnya, Kamis (6/12/18)

Kata Yogi, dana hasil sumbangan telah dibelanjakan bahan material batu sebanyak 13 truk, dan sudah dipasang oleh warga secara gotong royong. Begitu juga dengan bantuan berupa bahan material batu telah dipasang. Jadi total batu yang diperoleh sebanyak 17 truk.

“Selama penggalangan dana, panitia yang tergabung dalam FKPPL mengumpulkan iuran dengan cara datang ke rumah-warga, mengajak iuran tanpa menentukan besar atau kecilnya nominal yang diberikan. Panitia juga tidak memaksa warga untuk iuran, galang dana ini murni dari sukarelawan dan dermawan yang berkenan saja,” ujarnya

Menurutnya, panitia juga hanya menggalang dana dari warga yang terjangkau alias warga yang tinggal di tiga desa terdekat yaitu Desa Sindangreami yang dikoordinatori oleh Ahmad Fauzi, Desa Pasirlancar oleh Sadik dan Desa Campakawarna oleh Dani. selebihnya open donasi dengan mengumumkan di media sosial.

“Panitia telah menutup donasi dari siapapun yaitu terahir Rabu (5/12) jam 16.00. Sedangkan dalam upaya transparansi, masyarakat bisa datang langsung ke panitia untuk melihat data pengeluaran,” katanya

Lanjut Yogi, seharusnya ada tindaklanjut dari pemerintah untuk memaksimalkan jalan yang dibangun oleh masyarakat, sebab kondisi jalan rusak parah masih perlu penyangga berupa Tembok Penahan Tanah (TPT) dan drainase.

“Kami hanya bisa elus dada kalo pemerintah masih tidak mau memerhatikan Jalan tersebut. Artinya jika tidak ada tindakan apapun, berarti pemerintah sudah tidak peduli dengan kondiai masyarakat,” pungkasnya. (Achuy)