Guru Sebut Dindikbud Sudah Tidak Beres

PANDEGLANG – salah seorang guru Mila Fadilah mengatakan ada yang tidak beres dari aktivitas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang,  karena banyaknya potongan anggaran yang diperuntukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari gajih sampai bantuan yang diberikan.

“Mungkin wajar jika saya mengatakan ada yang tidak beres dengan dinas pendidikan, mengapa? salah satunya mengemas “pungutan” dengan kemasan “infaq” yang nominalnya ditentukan. Dulu 20% dari tunjangan daerah yang pencairannya selalu tertunda-tunda, kini ditentukan 10.000 yang dipotong langsung  dari gajih setiap bulannya. Persoalannya bukan besaran infaqnya tetapi lebih kepada caranya saja yang terkesan pemaksaan dan menganggap ASN tidak pernah berinfaq sehingga harus dipaksakan,” ungkap Mila yang juga aktivis dari Muhammadiyah.

Ia mengatakan ASN guru memang tipikal penurut, sami’na wa atho’na sehingga menjadi sasaran empuk pemotongan gajih dan pungutan lain. ASN guru juga mudah diintimidasi,  sampai undangan rapat saja ada intimidasi. Sehinggga kondisi ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Seperti saat ini adanya aturan pembelian beras yang langsung di potong dari gajih.

“Gajih 2 bulan sudah dipotong untuk beli beras tapi satu butir beras pun belum diterima, itu pribadinya ASN belum lagi potongan bantuan, saya terima informasi juga bantuan paud dipotong langsung dengan kemasan pengadan barang,” katanya.

Baca : http://faktapandeglang.co.id/diduga-terlibat-politik-praktis-pmii-laporkan-kadisdikbud-dan-sejumlah-korwil-ke-bawaslu/

Masih kata Mila selama ini mencoba bertahan untuk bisa menerima aturan-aturan kedinasan tapi dengan terus diam malah dimanfaatkan untuk terus mencari celah potongan-potongan dari gajih yang dikemas sangat cantik dengan nama “infaq” dan lainya.

“Harusnya Bupati bisa segera melakukan evaluasi ini agar tidak mencoreng nama baik dan daerah,” uajarnya.  (Gus/Riel)