IBI Pandeglang Gelar Seminar Pencegahan Stunting

FAKTA PANDEGLANG – Peringati Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yang 67, Pemerintah Kabupaten Pandeglang bekerjasama dengan IBI pandeglang menggelar Seminar Sehari dan Tabligh Akbar, di Gedung Sohibul barokah atau tepatnya di kampung Mandalasari, Desa Kaduhejo, Kecamatan Kaduhejo Pandeglang, Selasa (25/9/2018).

Seminar yang mengangkat tema, Bidan sebagai garda terdepan mengawal kesehatan maternal Neonatal melalui germas dan pelayan berkualitas dalam aksi cegah stunting diikuti oleh ratusan bidan yang ada di kabupaten Pandeglang.

Ketua IBI Cabang Pandeglang, Eni Yati mengungkapkan bahwa seminar ini diselenggarakan merupakan salah satu kebutuhan para anggota IBI guna meningkatkan kompetensi bidan yang ada di kabupaten Pandeglang.

“Ini merupakan kebutuhan anggota IBI untuk meningkatkan pengetahuan wawasan dan merefresh ulang apa yang sudah didapat sehingga para bidan bisa lebih berkompeten dalam melakukan tugas dan fungsinya sebagai bidan,”ungkapnya.

Apalagi dengan dijadikannya kabupaten Pandeglang sebagai lokus pencegahan Stunting atau gagal berkembang pada anak dari kementerian kesehatan republik Indonesia, para bidan harus mempunyai pengetahuan guna mencegah terjadinya stunting tersebut.

Karena peran bidan dalam pencegahan stunting sangat penting, karena pencegahan stunting bisa dilakukan pada 1000 hari pertama kehidupan.

“Angka stunting kita sangat tinggi, oleh karena itu kegiatan hari ini salah satunya untuk mensosialisasikan bagaimana caranya para bidan bisa mencegah terjadinya stunting dimasa yang akan datang, karena hanya dengan pencegahan 1000 hari pertama kehidupan yang bisa di lakukan oleh bidan agar bisa mencegah kejadian stunting,”bebernya panjang lebar.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Raden Dewi Setiani mengungkapkan, bahwa para bidan-bidan yang ada di kabupaten Pandeglang saat ini harus dapat menciptakan inovasi serta memenuhi tuntutan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan sosial budaya di bidang kesehatan terutama kebidanan.

Karena menurutnya saat ini kabupaten Pandeglang saat ini sedang mengalami kegawatdaruratan maternal Neonatal atau kondisi kesehatan yang mengancam jiwa yang terjadi dalam kehamilan atau selama atau sesudah persalinan dan kelahiran, terdapat sekian banyak penyakit dan gangguan dalam kehamilan yang mengancam keselamatan ibu dan bayinya.

“Sehingga kita sebagai bidan harus memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam mengatasi kegawatdaruratan maternal dan neonatal,” ungkapnya saat ditemui disela-sela Seminar.

Baca : http://faktapandeglang.co.id/jelang-pileg-dimyati-rajin-manggung-diacara-pemkab-pandeglang/

Berdasarkan survey ekonomi nasional oleh BPS tahun 2013 jumlah Balita di Pandeglang yang mengalami stunting 46.000 dari 125.000 balita atau 38,57%. Oleh karena itu, perlu dilakukan cara-cara dalam mencegah dan menangani stunting.

“Hal ini diperlukan peran aktif dari bidan desa untuk mengedukasi dan menangani sejak dini sehingga angka stunting di Kabupaten Pandeglang dapat berkurang”imbuhnya. (Gatot)