Ini Alasan Pemkab Pandeglang Melakukan Revisi RTRW

FAKTA PANDEGLANG –┬áPemerintah Kabupaten Pandeglang sejak 2017 lalu tengah melakukan revisi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perubahan Atas Perda Nomor 3 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pandeglang Tahun 2011-2031

Hal tersebut dilakukan untuk mengakomodir segala sesuatu yang mendukung adanya proyek strategis nasional yang saat ini sedang dan akan dilaksanakan di wilayah kabupaten Pandeglang, misalnya pembangunan Jalan tol Serang-Panimbang, Reaktifasi Kereta api dan kawasan ekonomi khusus (Kek) Tanjung lesung.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Badan Perencanaan pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pandeglang, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (8/11/2018).

“Revisi RTRW itu untuk mengakomodir Proyek Strategis Nasional (PSN) yang belum diakomodir oleh RTRW sebelumnya, salah satunya adalah jalan tol serang-panimbang. Kemudian diluar PSN dan yang sedang dijajaki adalah soal reaktifasi kereta api bahkan untuk itu sudah ada penyusunan DED itu, kemudian juga ada kawasan ekonomi khusus tanjung lesung yang mau mendorong penciptaan 10 destinasi prioritas atau 10 Bali baru,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini proses revisi RTRW saat ini sudah disampaikan kepada gubernur provinsi Banten untuk dibahas dan dimohonkan persetujuan, setelah sebelumnya RTRW kabupaten Pandeglang ini sudah melalui proses pembahasan serta persetujuan bersama antar pemerintah kabupaten Pandeglang dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Pandeglang

“Sekarang prosesnya sedang ada di pak gubernur, tapi sembari menunggu dari gubernur. Kita secara simultan melakukan akselerasi percepatan dengan cara konsultasi dan berkoordinasi dengan pihak badan informasi geospasial, jadi artinya dengan adanya kebijakan satu peta maka kita asistensikan peta-peta yang kita susun untuk diverifikasi, lalu setelah ada peta-peta itu di overlay dengan luasan wilayah yang ada jangan sampai nanti RTRW yang terdiri dari pola dan ruang terjadi selisih,” beber kurnia. (Gatot)