Iwan Coanda: Tampung Aspirasi Warga Cibitung Soal Kualitas Betonisasi Buruk

FAKTA PANDEGLANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang dari Fraksi Bulan Bintang, Iwan Coanda mengaku banyak mendapatkan keluhan dari masyarakat Desa Cikadu Kecamatan Cibitung, mengenai buruknya hasil pembangunan betonisasi jalan Kecamatan-SMPN 1 Desa Cikadu Kecamatan Cibitung, Kamis (11/10/2018).

Keluhan warga yang disampaikan kepada Iwan Coanda tersebut disampaikan saat rombongan komisi II DPRD Pandeglang melakukan Sidak mengenai Capaian Pajak Bumi Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB PP) di Kecamatan Cibitung.

“Saat kami melakukan kunjungan ke Cibitung pada Selasa (9/10/2018) kemarin, banyak warga yang mengeluhkan terkait kondisi betonisasi Jalan Kecamatan-SMPN 1 Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung dan setelah kami cek kelokasi ternyata benar banyak terjadi keretakan,”ungkap Iwan Coanda kepada faktapandeglang.co.id melalui telepon selulernya, Kamis (11/10/2018).

Maka dari itu, Iwan Coanda meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Pandeglang dan Konsultan Pengawas untuk segera menyikapi adanya catat mutu tersebut. jangan hanya karena pengawasan yang lemah, kualitas jalan tersebut menjadi buruk dan nilai guna serta manfaat kepada masyarakat bisa kurang.

“Pembangunan jalan ini sudah lama didambakan oleh masyarakat, jangan sampai hanya karena lemahnya pengawasan dapat mengurangi manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat. Maka dari saya meminta kepada DPU-PR Pandeglang untuk segera menyikapi hal tersebut,”bebernya panjang lebar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun faktapandeglang.co.id, kegiatan peningkatan jalan Kecamatan-SMPN 1 Desa Cikadu Kecamatan Cibitung tersebut mempunyai pagu anggaran sebesar Rp. 460.133. 501, dan dilaksanakan oleh CV. Ibnu Fadli.

Sementara itu, PPTK Pembangunan Betonisasi peningkatan jalan Kecamatan-SMPN 1 Cikadu, Cibitung dari DPU-PR Pandeglang, Yudi mengaku baru mengetahui adanya aduan dari salah satu anggota DPRD Pandeglang, terkait kualitas jalan yang mempunyai panjang 320 meter dengan luas 3 meter tersebut.

Yudi berkilah bahwa pihaknya sampai dengan saat ini belum menerima adanya laporan dari konsultan pengawas yakni dari CV.Arsilen. sehingga pihaknya belum mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan.

“Kalau secara capaian progres kami ada laporan dari Pengawas, tapi secara surat menyurat dari konsultan pengawas ke pihak dinas terkait tejadinya cacat mutu itu kami belum terima, makanya kemarin begitu dapat informasi itu kami meminta ke pengawas lapangan untuk segera mengecek langsung perihal tersebut, kemudian Pengawas diminta untuk melaporkan terkait kondisi sebenarnya seperti apa dan solusinya seperti,”ungkapnya. (Gatot)