Kendaraan Proyek Penahan Abrasi di Panimbangjaya Dikeluhkan Warga

FAKTA PANDEGLANG – Kendaraan over tonase pengangkut batu bolder proyek tanggul penahan abrasi pantai, di Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang yang saat ini tengah dilakukan oleh PT Nusa Kontruksi Enjinering (NKE) banyak dikeluhkan oleh masyarakat Panimbang dan Angsana, pasalnya aktivitas kendaraan sumbu tiga tersebut yang lalulalang di jalur Panimbang-Angsana, mengakibatkan jalan tersebut rusak, karena tidak kuat menahan beban muatan kendaraan.

Informasi yang berhasil dihimpun, kendaraan over tonase yang mengangkut batu bolder ke proyek tanggul penahan abrasi pantai, yaitu milik PT Ihsan Kurnia. Aktivitas kendaraan yang bermuatan mencapai puluhan ton tersebut menggunakan jalur Panimbang-Angsana dan jalan Panimbang-Munjul.

Menurut salah srorang warga Angsana, B Madsira mengatakan, sekarang ini jalur Panimbang-Angsana mulai banyak yang rusak, akibat kerap dilintasi kendaraan over tonase milik PT Ihsan Kurnia, yang menyuplai batu bolder ke proyek tanggul penahan abrasi yang saat ini tengah dilakukan oleh PT NKE di Desa Panimbangjaya.

“Muatan kendaraan sumbu tiga tidak sesuai dengan kondisi jalan. Sehingga tidak kuat menahan beban muatan, akhirnya jalan menjadi rusak,” ungkapnya, Senin (5/11/18)

Tidak hanya itu lanjut dia, akibat kendaraan proyek yang keluar masuk lokasi. Membuat jalan Panimbang tepatnya depan gerbang proyek dan kecamatan telah dipenuhi tanah, sehingga kalau ada turun hujan kondisi jalan jadi licin. Maka dari itu, pihaknya meminta agar perusahaan bertanggungjawab atas dampak buruk yang ditimbulkan dari aktivitas kendaraan over tonase tersebut.

“Kami minta perusahaan tanggungjawab. Selan itu, kami juga minta pemerintah menindak tegas terhadap perusahaan yang tidak memperhatikan kondisi lingkungan,” pintanya

Jka tidak ada penanganan tambah dia, bahwa ia bersama warga yang lain memgancam akan melakukan pemblokiran terhadap aktivitas kendaraan proyek itu.

“Kalau tidak ditanggapi, kami akan melakukan pemblokiran jalan,” ancamnya

Sementara, salah seorang pegawai dari PT NKE, Maulana Rifki mengaku, pihaknya tidak bisa memberikan penjelasan yang lebih dalam soal adanya keluhan warga tersebut. Ia juga menyarankan, agar warga datang ke kantor, supaya ada tanggapan yang lebih jelas dari atasannya.

“Selain itu, silahkan koordinasi juga dengan pihak PT Ihsan Kurnia. Karena perusahaan itu yang menyuplai batu dan armadanya, namun kalau ingin lebih jelas lagi, datang saja ke kantor,” imbuhnya

Saat ditanya, sudah berapa lama proyek tanggul penahan abrasi itu dikerjakan. Dirinya mengaku, sudah hampir satu bulan lebih dan target penyelesaian pekerjaan hingga Agustus 2019 nanti.

“Sudah berjalan satu bulan, adapun panjang pembangunan sekitar 3 kilo lebih,” ucapnya
(Achuy)