KNPI Picung Seruduk Kantor Camat

FAKTA PANDEGLANG – Para pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Picung mendatangi Kantor Kecamatan Picung, Jum’at (27/4/18). Hal itu, untuk meminta ketegasan dari pihak Kecamatan dalam menyikapi Kepala Desa (Kades) yang semena-mena memberhentikan stap atau perangkat desa.

Agus, Ketua KNPI Kecamatan Picung menjelaskan, pemberhentian perangkat desa (Prades) semua ada mekanisme yang harus ditempuh, tidak bisa dilakukan secara semena-mena oleh Kades.

“Kami datang ke sini meminta ketegasan dari Camat Picung, kaitan dengan adanya pemberhentian Prades secara sepihak. Sebab pemberhentian dan pengangkatan Prades itu ada mekanismenya,” ungkapnya

Kata dia, jika Kades ketika akan melakukan pemecatan terhadap aparaturnya, minimalnya harus ada alasan yang jelas.

“Harus ada alasan yang jelas, karena semua ada aturannya, jadi pemecatan itu tidak bisa sepihak atau semena-mena,” tegasnya

Lanjut Agus, alasan dia dan para pemuda yang lain datang ke Kantor Kecamatan itu bukan tanpa alasan atau bukan tanpa referensi yang jelas, akan tetapi kata dia, ingin meminta ketegasan dari camat soal adanya pemecatan Prades tersebut.

“Jadi jelas pengangkatan dan pemberhentian Prades ada mekanisme khusus yang harus ditempuh, sebagaimana yang kita ketahui dalam Permendagri Nomor: 83 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian perangkat desa di pasal 5 jelas diatur, bahwa bisa diberhentikan karena, meninggal Dunia, permintaan sendiri dan diberhentikan secara tidak hormat,” ujarnya

Selain itu, dalam Perbub Nomor: 81 Tahun 2016 tentang perangkat Desa pasal 2 ayat 2 jelas di sana mengatur bahwa perangkat desa diangkat oleh kepala desa, setelah berkonsultasi dengan Camat.

“Tindakan kades yang melakukan pemberhentian Prades secara sepihak itu jelas melanggar aturan yang ada,” tukasnya

Di tempat yang sama, Edi Suhaedi sekretaris KNPI Picung menjelaskan, bahwa ada perangkat desa yang awalnya bekerja di kantor desa, tapi beberapa hari ini dia tidak masuk, ketika dikonfirmasi kepada orangnya ternyata meja tempat dia bekerja sudah di isi orang baru.

“Setelah kami ngobrol dengan orang yang dulu kerja di sana, ternyata dia (korban, red) dipecat secara sepihak oleh kades,” tuturnya. (Achuy)