Komisi III Sidak Proyek Jalan Bojongcanar-TPA

FAKTA PANDEGLANG – Jajaran komisi III DPRD Pandeglang, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi pembangunan betonisasi ruas jalan Bojongcanar-TPA (tempat pembuangan akhir), di Desa Karya Utama, Kecamatan Cikedal, Kamis (12/7/18). Dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD menemukan satu keretakan pada bagian betonisasi yang sudah dikerjalan oleh pihak pelaksana.

Sesuai pantauan di lokasi, pembangunan betonisasi tersebut dikerjakan oleh PT Batu Indah Langgeng, dengan anggaran sebesar Rp 2,7 miliar lebih dari APBD Kabupaten Pandeglang TA 2018. Adapun target pelaksanaan kegiatan tersebut, dilaksanakan mulai dari 14 Mei hingga 10 September 2018.

Ruas jalan yang baru selesai dikerjakan sekitar 100 meter dari panjang keseluruhan ruas jalan 1180 meter. Adapun konsultan pengawas pada proyek itu, yakni PT Javatama Consulindo. Namun pada saat di lokasi, jajaran komisi III itu tidak bertemu dengan pihak pelaksana, di lapangan hanya ada para pekerja dan Kades setempat.

Ditemui di lokasi, Sekretaris komisi III DPRD Pandeglang, Muhlas Halim mengatakan, bahwa secara kasat mata hasil pembangunan yang dilakukan pihak pelaksana terbilang bagus, namun kalau lebih jelasnya bagus atau tidak pembangunan ini setelah dibuktikan dari hasil uji lab.

“Namuh tadi kita menemukan sedikit keretakan pada bagian beton. Namun tidak terlalu parah dan kami juga minta itu dibenahi,” ungkapnya

Pihaknya juga menyarankan kepada pelaksana kegiatan, untuk selalu memperhatikan kualitas. Jangan sampai hasil pembangunan itu buruk dan akhirnya tidak bisa dinikmati oleh masyarakat, selain itu nanti pengusahanya juga yang rugi.

“Intinya kami berharap kualitas bangunan diperhatikan. Supaya masyarakat benar-benar merasakan hasil pembangunan ini,” katanya

Ditempat yang sama, Kades Karya Utama, Nana mengaku, ruas jalan di wilayahnya yang sedang dalam proses pembangunan tahun ini baru sepanjang 1180 meter. Namun masih ada sekitar 1400 meter lagi yang harus dilakukan pembangunan oleh pemerintah, dengan kondisi jalan rusak parah. Oleh sebab itu, pihaknya meminta kepada Pemkab Pandeglang, tahun depan agar bisa menganggarkan lagi untuk pembangunan lanjutan.

“Kali ini yang dibangun baru sebagian. Namun kami minta tahun depan bisa dituntaskan,” pintanya. (Achuy)