Komnas PA Bantu Anak Sekolah Terdampak Tsunami Selat Sunda

PANDEGLANG – Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) RI bersama DP2KBP3A Pandeglang dan LPA Banten dan Pandeglang, melakukan Bakti Sosial (Baksos) di lokasi terdampak bencana tsunami di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Senin (29/1/19).

Dalam kegiatan tersebut, selain menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak sekolah di Desa Cigondang. Jajaran dari sejumlah lembaga tersebut, juga meninjau lokasi yang terdampak bencana dan melihat kondisi warga yang tinggal di tempat hunian sementara, yang terbuat dari terpal dan bambu.

Dalam kesempatan itu, pihak Ketua Komnas PA bersama jajarannya, sempat berkomunikasi langsung dengan warga terdampak tsunami. Terlihat, tampak salah seorang warga terdampak tsunami menangsi saat bercerita tentang kondisi pasca bencana pada Ketua Komnas PA (Arist Merdeka Sirait).

Ketua Umum Komnas PA RI, Arist Merdeka Sirait mengatakan, kegiatan yang dilakukannya tersebut merupakan sebuah komitment dari Komnas PA, LPA Banten, Pandeglang dan DP2KBP3A Pandeglang untuk membantu pemenuhan kebutuhan anak-anak sekolah terdampak tsunami. Baik itu kebutuhan perlengkapan sekolah maupun hal lainnya.

“Hari ini kami datang untuk memberikan dukungan kongkrit kepada anak-anak terdampak tsunami. Karena mereka (anak-anak, red) perlu dibantu dalam pemenuhan kebutuhan hak anak atas pendidikannya,” ungkapnya

Lanjut Arist, dalam kesempatan itu, pihaknya memyalurkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 200 anak-anak sekokah terdampak tsunami. Selain itu, pihaknya juga memberikan motivasi kepada anak-anak yang ada di wilayah tersebut, untuk tetap semangat bersekolah pasca bencana tsunami.

“Kami memberikan dorongan agar anak-anak selalu semangat bersekolah,” katanya

Di tempat yang sama, Kabid Perlindungan Anak DP2KBP3A Pandeglang, Eulis Y Komalasari mengatakan, bahwa anak-anak terdampak bencana tsunami harus terus diberikan dorongan dan motivasi, agar selalu semangat. Pihaknya juga berjanji, akan terus melakukan dorongan dengan cara melakukan kegiatan trauma healing.

“Kami akan terus berupaya untuk memberikan semangat kepada anak-anak terdampak tsunami ini. Jangan sampai mereka (anak-anak) memiliki rasa trauma berkepanjangan,” ujarnya

Saat ditanya, ada berapa anak-anak yang terdampak tsunami di Pandeglang. Dirinya mengaku, untuk data anak terdampak tsunami saat ini belum diketahui secara keseluruhan. Karena ia belum menerima data dari semua kecamatan maupun posko yang ada saat ini.

“Kalau untuk data, kami belum megang semua. Karena yang baru kami ketahui saat ini, hanya dari posko Majlis Ta’lim Karabohong saja. Sementara dari daerah lain belum,” tukasnya. (Oriel)