Kreatif: Warga Pagelaran Sulap Limbah Plastik Jadi Barang Bernilai Ekonomi

PANDEGLANG – Wiwin (55) salah seorang warga Kampung Pojok, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang membuat berbagai barang berharga dari limbah plastik bungkus kopi, limbah tersebut disulap menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi, seperti tas, tikar serta berbagai barang lainnya.

Wiwin, menekuni kreatifitasnya sebagai pengrajin tas dan tikar dari limbah plastik sudah berjalan hampir 1 tahun, hasil kreatifitasnya sudah banyak terjual. Ia menjadi pengrajin tidak melalui kursus atau ikut pelatihan di lembaga-lembaga pelatihan, namun Wiwin mengolah limbah plastik, dari ide-ide yang dihasilkannya Otodidak.

Hasil kerajinan tangan yang lebih banyak dibuatnya, yaitu tikar, sejadah dan tas. Bahan-bahan yang biasa disiapkannya untuk membuat tas dan yang lainnya, yaitu plastik bekas kopi dan gunting. Dalam satu hari, Wiwin bisa menghasilkan 1 sampai 2 unit tas atau tikar.

Di tangan Wiwin, sampah plastik bisa disulap menjadi kerajinan cantik. Ibu rumah tangga itu, mengubah sampah-sampah bisa menjadi sebuah tas, tikar, dan berbagai kerajinan lainnya.

Berawal dari tekadnya untuk mengurangi sampah, Wiwin memulai usaha daur ulang ini sejak tahun 2018. Wiwin sehari bisa menghasilkan 1 sampai 2 unit tikar atau tas dari plastik, tergantung ketersediaan bahan bakunya.

“Sehari bisa menghasilkan dua unit, tergantung ada bahanya,” ucap Wiwin saat dikunjungi di kediamannya, di Kampung Pojok, Desa Pagelaran, Sabtu (2/3/19)

Wanita paruh baya itu, tiap hari mengumpulkan limbah plastik bukngkus kopi instan, baik plastik kopi kapal api, luwak serta jenis plastik bungkus kopi lainnya. Awalnya hasil kerajinan tangan itu hanya untuk dirinya sendiri, namun karena telah banyak orang yang tahu, akhirnya ia memiliki banyak pesanan.

“Satu unit tikar biasa dijual seharga Rp 50 sampai Rp 100 ribu, tergantung ukuran besar kecilnya. Begitu juga harga tas, disesuaikan dengan ukuran,” tuturnya. (Achuy)