Mahasiswa Demo Dalam Perayan Hari Jadi Pandeglang Ke 145

PANDEGLANG – Puluhan mahasiswa pandeglang yang tergabung ke dalam Consentarasi Gerakan Mahasiswa Pandeglang menggelar aksi unjuk rasa di halaman gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pandeglang, Senin 1 April 2019.

Pengunjuk rasa menilai, Kabupaten Pandeglang salah satu kabupaten yang ada di provinsi Banten yang merupakan Kabupaten yang sudah berdiri cukup tua dalam hitungan  usia, tepat pada 1 april 2019, Pandeglang menginjak usia yang ke-145 tahun,  setiap tahun dirayakan  dengan mewah dan anggaran yang besar, padahal kabupaten Pandeglang yang sekarang masih menjadi Daerah yang tertinggal.

“Peringatan HUT pandeglang ke-145 ini jangan hanya jadi ajang pesta dan hura-hura belaka tapi kami berharap, para pemangku kebijakan pandeglang  bisa melakukan refleksi dan evaluasi sehingga menjadi kabupaten yang maju dalam semua sektor mulai dari sektor pembangunan, pertanian dan sektor lainnya,” teriak indra dalam orasi nya Senin 01 April 2019.

Hal senada di ungkapkan Fikri, Kabupaten  Pandeglang yang saat ini di pimpin oleh Bupati Irna Narulita masih menyisakan duka, dan belum bisa jadi sebuah jawaban dari panjang deretan persoalan, terutama pada persoalan pembangunan.

,”di Kabupaten Pandeglang masih banyak jalan-jalan yang menjadi kewenagan Kabupaten tapi jalan tersebut masih dalam keadaan  menyedihkan, “Ya betul, Pandeglang yang saat ini di pimpin oleh Bupati Irna Narulita masih menyisakan duka, dan belum bisa jadi sebuah jawaban dari deret panjang persoalan, terutama pada persoalan pembangunan, Contoh nya  masih banyak jalan-jalan yang menjadi kewenagan kabupaten, tapi jalan tersebut masih dalam keadaan  menyedihkan,”kata fikri.

Masih kata Fikri bupati yang sudah 3 tahun memimpin dengan visi-misi yang  sampai saat ini masih dipandang nihil oleh kami dalam capaian nya,  ini menandakan bahwa bupati tidak mampu memimpin pemerintahan dengan baik, karena bagaimana mungkin mau mengelola pemerintahan dengan baik, kalo seorang bupatinya hanya mengutamakan kepentingan kelompoknya.

“Melihat pembelian Kendaraan dinas bupati sebesar 1,9 Miliar menjadi sebuah bukti penilaian masyarakat bahwa bupati tidak mencerminkan seorang pemimpin yang baik,”pungkasnya. (Gus/riel)