Mentri Pendidikan dan Kak Seto Hibur Anak Anak di Pandeglang

PANDEGLANG – Menteri Pendidikan Republik Indonesia Muhadjir Effendy dan Aktivis dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kak Seto, pada Minggu (10/2/2019) mendatangi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Kadu Merak, yang berlokasi di Kelurahan Kadu Merak Kecamatan Karang Tanjung.

Kedatangan menteri pendidikan dan Kak Seto ini untuk menghibur serta membagikan boneka dan mainan kepada ratusan anak-anak yang berasal dari 42 siswa-siswi Penduduk Anak Usia Dini dan Taman Kanak-kanak (TK) se-provinsi banten.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Gerakan sumbang 1 juta boneka dan mainan yang diinisiasi oleh Klinik Digital Vokasi Komunikasi (Vokom) Universitas Indonesia dan puluhan Organisasi Masyarakat lainnya seperti Koalisi Anak Madani Indonesia, Jefri Nichol Fans Club, LPAI dan Sahabat Yatim Indonesia yang diperuntukkan untuk korban bencana alam tsunami Selat Sunda.

Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Muhadjir Efendi mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk menghilangkan rasa trauma akan bencana tsunami selat sunda yang terjadi pada sabtu (22/12/2018) lalu. Agar anak-anak ini bisa bangkit dan melanjutkan kehidupannya dan siap belajar disekolah.

“Diantara yang terdampak dari tsunami itukan ada anak-anak ya, seperti anak-anak TK, Paud dan SD yang masih awal, mereka itu mudah stress mereka mudah trauma makanya harus segera di obati dan dipulihkan kembali,”ungkap menteri pendidikan RI, Muhadjir Efendy usai menghibur dan membagikan boneka dan mainan.

Menurut Muhadjir Efendy, pemberian boneka dan mainan ini merupakan salah satu upaya yang paling tepat untuk mengobati rasa trauma yang diderita oleh para anak-anak korban bencana alam tsunami selat sunda, maka dari itu pihaknya sangat mengapresiasi dengan kegiatan pengumpulan 1 juta boneka dan mainan yang dilaksanakan oleh Klinik Digital VOKOM UI, LPAI dan Organisasi kemasyarakatan laimmya

“Saya sangat mengapresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh kak Seto dan kawan-kawan untuk pengumpulan 1 juta boneka dan mainan dan membagikannya kepada anak-anak,”bebernya.

Senada dengan Menteri Pendidikan, Aktivis LPAI Seto Mulyadi juga sangat mensuport dengan kegiatan donasi boneka dan mainan ini, karena dengan adanya donasi ini anak-anak yang tidak terdampak bencan tsunami bisa ikut berpartisipasi dan ikut peduli terhadap teman-temannya yang terdampak bencana.

“Luarbiasa dan saya 1000% mensupport donasi boneka/mainan baru malah tidak sedikit boneka kesayangan sejuta cinta direlakan dan ikhlas untuk saudaranya yang mengalami bencana. Keharuan mendera dan saya bangga kepada anak-anak Indonesia yang saya tahu juga menitipkan surat Cinta dibulan cinta ini,” papar Kak Seto Tokoh International Perlindungan Anak dan Pengagas #SayaSahabatAnak.

Sementar itu,Devie Rahmawati, Founder Klinik Digital Vokom UI, gerakan 1 juta ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa anak-anak korban bencana mendapatkan perhatian terkait penguatan psikologi mereka untuk menghadapi kehidupan pasca bencana. Bantuan pertama akan kami tujukan bagi anak-anak korban Tsunami di Selat Sunda.

“Boneka sejak 1000 tahun sebelum masehi memang sudah dikenal sebagai teman bermain tertua bagi anak. Boneka mampu menjadi cermin dari sang anak dan mampu membantu anak untuk dapar memahami dirinya dan lingkungan. Dalam sebuah studi di Amerika Serikat, ketika beberapa anak merawat boneka yang dianggapnya sebagai ‘teman’ yang perlu diperhatikan, maka perilaku tersebut telah membantu anak untuk mengalihkan kesedihan dan trauma yang dialaminya kepada boneka dengan metoda merawat boneka miliknya. Aktivitas anak dengan boneka tersebut terbukti mampu mengurangi tingkat stress yang dirasakan oleh anak seperti ketakutan akan kehilangan keluarga; agresi; ketegangan; reaksi yang kuat terhadap gangguan suara; menangis dengan kuat; mimpi yangmenakutkan dan gangguan tidur,”ujarnya.

Dalam kegiatan gerakan 1 juta boneka dan mainan itu, turut hadir juga Asisten daerah II Undang Suhendar, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DPA2KBP3A) Kabupaten Pandeglang, Didi Mulyadi dan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang, Ahmad Jaya.