Miris, Warga Sumur Korban Tsunami Kesulitan Air

PANDEGLANG – Sejumlah warga sumur korban bencana tsunami yang  tinggal di Hunian Sementara  (Huntara)   di Desa Sumberjaya Kecamatan Sumur  mengeluh lantaran pasokan air ditempat tersebut sering kehabisan, Senin (1/4/9). Kondisi tersebut terjadi akibat ada beberapa alat pompa air yang rusak, karena kurang kontrolnya petugas, akibatnya warga kesulitan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Emah warga mengatakan saat ini di huntara kesulitan air karena informasi alat pompa airnya ada yang konslet dan sebagian terbakar.

“Jangankan untuk nyuci pakain dan mandi, untuk nyuci piring dan berwudhu saja sangat susah, kalau mau nyuci pakaian ataupun mandi terpaksa saya harus turun ke kampung ke tempat saudara dengan ojek dengan biaya Rp 20 ribu pulang pergi,” kata Ibu Emah.

Lanjut Emah, dirinya meminta dan memohon kepada pemerintah setempat ataupun kepada petugas yang bersangkutan tolong segera diperhatikan pasokan air disini.

“Kami harap pemerintah bisa segera memperbaikinya agar pasokan air bisa segera normal,” harapnya.

Hal senada juga disampaikan Hasan, pasokan air disini sangat terbatas, ini diakibatkan adanya alat pompa air yang rusak terbakar sehingga air mengalir sangat kecil dan harus di bagi bersama warga lainnya.

“Saya mohon dengan sangat kepada pemerintah segera secepatnya diperbaiki soalnya air adalah salah satu kebutuhan pokok bagi kami yang tinggal dihuntara. Khsusunya kepada Bupati kami sudah sampaikan kesejumlah petugas namun belum juga ada tindakan kami berharap bisa secepatnya,” harap Hasan.  (Gus/Riel)