Polisi Gagalkan Penyelundupan Puluhan Motor Kreditan

FAKTA PANDEGLANG – Satuan Reserse Kriminal Satreskrim Polres Pandeglang telah berhasil menggagalkan penyelundupan atau pengiriman puluhan kendaraan bermotor yang hendak dikirim dari Pandeglang menuju Lampung.

Tercatat ada 25 unit Ranmor dari berbagai merek, diamankan polisi di kawasan Labuan atau tepatnya di Kampung Jaha Desa Sukamaju Kecamatan Labuan, saat hendak menuju ke Lampung. Pada Kamis (11/10/2018) lalu. Motor yang akan digelapkan ke Sumatera itu, merupakan kendaraan yang masih proses kredit atau dalam proses mencicil itu.

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengungkapkan, awal mula penggagalan itu saat petugas mencurigai sebuah truk bermuatan penuh unit motor, melintas di wilayah Labuan.

“Karena kecurigaan dari anggota, maka diberhentikan (truk pengangkut motor-red) dan dilakukan pemeriksaan. Dan ternyata sebagian dari kendaraan sudah diketok nomornya, nomor rangka disamarkan. Sedangkan kendaraan lain ditemukan ada yang memiliki STNK, ada pula yang tidak,” ungkap Kapolres Pandeglang saat menggelar press release di halaman Mako Polres Pandeglang , Kamis (25/10/2018).

Kapolres menyebut, ini adalah modus baru dalam tindak pidana penadahan kendaraan bermotor. Karena hampir semua kendaraan masih proses kredit ke lising.

“Yang jelas, modus seperti ini baru pertama kali di Pandeglang,” sambungnya.

Dari pengamanan itu, polisi menahan pelaku Hendri Efendi (36) yang berperan sebagai penadah. Kemudian dari hasil pengembangan, petugas turut mengamankan Faat (40) yang juga bertugas sebagai penadah.

“Berdasarkan pengakuan keduanya, puluhan kendaraan motor itu akan dijualbelikan kepada para petani di Lampung Utara. Mereka memperoleh kendaraan dari berbagai lokasi yang tersebar dari Banten hingga Jabodetabek. Mereka mengaku baru pertama kali, namun kami masih mendalami kasus tersebut. Karena kuat dugaan, mereka memiliki jaringan yang lebih luas,” tandasnya.

Salah seorang pelaku, yang berinisial FT menerangkan, puluhan kendaraan itu diperolehnya dari teman-teman yang menawarkan dengan harga Rp. 2 jutaan. Lalu dirinya menawarkan kembali ke pelaku lain agar dijualbelikan.

“Kadang dapat dari teman yang menawarkan. Saya kadang-kadang beli di jalan. Kadang Rp. 2 juta, Rp. 2,1 juta ada juga Rp. 2,3 juta. Saya tawarkan lagi ke Bang Hendri,” sebutnya.

Akan tetapi dia mengaku tidak mengetahui bila kendaraan yang ditampungnya itu bermasalah. Karena sepengetahuannya, kendaraan yang dibayarnya sudah harga tidak memiliki sangkut paut apapun. Meski diakui ada beberapa kendaraan yang menyisakan denda ke lising.

“Saya tidak tahu bahwa motor itu bermasalah. Karena ada teman yang bilang beberapa kendaraan hanya membayar denda saja. Kan saya percaya saja dengan teman,” tuturnya.

Namun begitu, polisi sudah menetapkan keduanya sebagai pelaku lantaran dengan sengaja membeli atau menyimpan barang yang diperoleh dari hasil kejahatan. Polisi pun menindak mereka dengan Pasal 481 KUHP Tentang Penadahan, dengan ancaman kurungan penjara paling lama 7 tahun. (Gatot)