Polres Pandeglang Tangkap Warga Carita Pembuang KIS

FAKTA PANDEGLANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pandeglang, secara resmi telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pembuangan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kampung Cibenda, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Senin (15/10/2018).

Satu orang tersangka tersebut berinisial SH (30), salah satu warga di Kecamatan Carita, yang bekerja atau bertugas mendistribusikan langsung ke masyarakat penerima manfaat Kartu Indonesia Sehat yang ada di 8 Desa yang ada di Kecamatan Carita.

Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polres Pandeglang, AKP Deddy Hermawan saat menggelar press release di Markas Komando Polres Pandeglang, Senin (15/10/2018).

“Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi, akhirnya pada hari ini (Senin, 15/10/2018) kita telah menetapkan satu orang tersangka dalam kasus pembuangan kartu KIS di carita yakni dengan inisial SH. Alasan ditetapkannya tersangka karena dia telah mendapatkan amanah (tugas-red) dari salah seorang berinisial M untuk mendistribusikan langsung ke masyarakat, akan tetapi dia tidak mendistribusikannya,” ungkapnya.

Bahkan berdasarkan pengakuan terangka SH telah memalsukan ceklist tandatangan para penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), untuk mengelabui atasannya tersebut bahwa pihaknya sudah melaksanakan distribusi KIS tersebut ke masyarakat miskin, sehingga akhirnya berada ditempat sampah.

Saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada tersangka baru dalam kasus pembuangan KIS tersebut. Namun pihaknya telah mengamankan 908 Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari 354 amplop sebagai barang bukti kasus pembuangan KIS tersebut.

“Jadi KIS yang kita amankan kemarin (Minggu,14/10/2018) itu ada 726 KIS dari 328 Amplop yang dikumpulkan ditempat sampah. Kemudian hari ini (Senin,15/10/2018) ada perkembangan lagi. karena pembuangan kartu ini menjadi heboh, masyarakat kembali mengumpulkan kartu-kartu yang diambil dari tempat sampah, pada hari ini dibawa 26 amplop yang terdapat 182 kartu jadi totalnya kami menyita 328 amplop ditambah 26 amplop,” bebernya.

Baca : http://faktapandeglang.co.id/ratusan-kis-ditemukan-tercecer-di-tempat-sampah/

Akibat perbuatannya, tersangka pembuang kartu besutan Presiden Joko Widodo ini diancam dengan pasal 372 dan Pasal 378, karena diduga telah melakukan penggelapan dalam jabatan dan melakukan penipuan.

“Pasal yang kita sangkakan, yakni pasal 372 dan 378 dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,”imbuhnya. (Gatot)