Rehabilitasi Terminal Tipe A Labuan Terkesan Asal-asalan

FAKTA PANDEGLANG – Proyek rehabilitasi terminal bus tipe A Labuan, di Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran yang dilaksanakan oleh CV Sri Mustika terkesan asal-asalan, soalnya proyek yang menelan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar lebih dari Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Balai Pengelola Trasportasi Darat Wilayah VIII-Banten itu, dalam pengerjaanya diduga banyak yang tidak sesuai dengan aturan yang ada dalam RAB kegiatan, sehingga dihawatirkan hasil pembangunan tidak maksimal.

Pantauan di lokasi, ada beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan RAB, seperti pengerjaan beton sloof yang harusnya dengan cor beton resdymix K-300, tapi hanya dilakukan secara manual, lalu untuk begisting pondasi kayu klas III tapi hanya menggunakan kayu bekas serta beberapa pengerjaan lainnya.

Tidak hanya itu, dalam papan informasi pembangunan, alat keselamatan untuk para pekerja juga sangat minim, soalnya para pekerja saat melakukan aktivitas tidak menggunakan alat keselematan yang lengkap, seperti helm, sepatu dna seragam rompi.

Salah seorang warga sekitar, Azis menilai bahwa, proses pembangunan terminal tipe A Labuan tersebut terkesan asal jadi saja. Soalnya kata dia, anggaran pembangunan besar namun dalam pelaksanaanya banyak yang tidak sesuai dengan RAB.

“Bahkan proyek yang menelan anggaran miliaran itu dalam pengerjaannya seperti membangun dapur rumah,” ungkapnya, Jumat (9/11/18)

Yang diketahuinya, ada bebebrapa pekerjaan yang tidak sesuai RAB pembangunan. Seperti pengecoran, pengurugan, penggunaan kayu begisting serta bagian bangunan lainnya. Oleh sebab itu, pihaknya berharap agar Dinas terkait meninjau pembangunan tersebut dan menindak pihak perusahaan yang melaksanakan kegiatan itu.

“Saya minta dinas terkait turun langsung ke lapangan untuk melihat hasil pekerjaan yang dilakukan oleh CV Sri Mustika itu. Karena pekerjaanya asal jadi saja,” pintanya

Baca : http://faktapandeglang.co.id/akhirnya-plang-pembangunan-terminal-bus-labuan-dipasang/

Ditemui di lokasi, salah seorang mandor dalam proyek tersebut, Ramlan mengaku, memang untuk cor beton itu menggunakan alat manual. Selain itu kata dia, untuk begisting pondasi kayu dengan kayu bekas.

“Iya kalau dalam RAB itu cor beton readymix K-300 dan begisting pondasi kayu juga kayu klas III. Tapi hanya menggunakan kayu bekas dan cor beton secara manual,” ungkapnya. (Achuy)