Ribuan Benih Lobster Hasil Sitaan Dilepasliarkan

FAKTA PANDEGLANG – Loka PSPL Serang yang bekerjasama dengan SKIPM Jambi dan Polres Muaro Jambi melakukan pelepasliaran terhadap sebanyak 60.900 ekor benih lobster hasil sitaan, kegiatan itu dilakukan di di perairan laut Caringin, Kecamatan Labuan, Rabu (10/10/18) sekitar pukul 17.45 WIB, soalnya benih lobster tersebut ilegal dan dilarang dilakukan penangkapan.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun, bahwa benih lobster itu hasil sitaan yang dilakukan oleh pihak Polres Muaro Jambi pada Senin (8/10/18) lalu, yang diduga akan diselundupkan ke Singapura.

Kasubsi program dan evaluasi Loka PSPL Serang, Jait Abdurahman mengatakan, benih lobster yang dilepasliarkan tersebut merupakan hasil sitaan yang dilakukan oleh pihak Polres Muaro Jambi beberapa hari lalu. Kemudian di lepasliarkannya di perairan laut wilayah Labuan, yang berdekatan dengan Kantor Loka PSPL Serang.

“Sore hari tadi sekitar pukul 17.45 WIB, kami bersama pihak SKIPM dan Polres Muaro Jambi melepasliarkan 60.900 benih lobster hasil sitaan. Karena memang benih lobster itu dilarang dilakukan penangkapan,” ungkapnya

Lanjut Jait, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1/Permen-KP/Tahun 2016, bahwa benih lobster (Baby lobster) dilarang untuk diperjual belikan. Oleh sebab itu, agar benih lobster bisa berkembang biak, maka harus dilepasliarkan.

“Benih lobster itu diperkirakan akan diselundupkan ke Singapura. Namun pihak Polres Muaro Jambi berhasil menyita barang itu, akhirnya sekarang ini kami lepasliarkan,” ujarnya

Menurutnya, Loka PSPL Serang sudah beberapa kali melepasliarkan benih-benih ikan yang memang dilarang atau ilegal. Seperti beberapa bulan lalu, pihaknya melepasliarkan ribuan benih Sidat serta beberapa jenis benih ikan lainnya dari hasil sitaan. Adapun alasan pelepasliaran benih lobster yang dilakukan di perairan laut Caringin/Labuan kata dia, karena wilayah itu cocok untuk perkembangan biakan benih lobster tersebut.

“Tidak hanya kali ini saja, melainkan kami sudah beberapa kali melepaliarkan benih-benih ikan hasil sitaan,” pungkasnya (Achuy)