Satpol-PP Pandeglang Tertibkan PKL Yang Melanggar Perda K3

FAKTA PANDEGLANG – Puluhan anggota satuan polisi pamong praja (Satpol-PP) Pandeglang sejak pukul 09.00 Wib melakukan penyisiran para pedagang kaki lima (PKL) yang ada disekitaran pasar pandeglang, atau sekitar jalan raya Ahmad Yani sampai dengan jalan yumaga dan alun-alun pandeglang.

Kasi pembinaan dan penyuluhan Satpol-PP Pandeglang, Agus Mulyana mengungkapkan, bahwa penyisiran para pedagang kaki lima yang saat ini dilaksanakan merupakan sebagai bentuk upaya penegakan peraturan daerah no 4 tahun 2008 tentang Kebersihan, Keindahan dan Ketentraman (K3).

Penyisiran PKL ini menurutnya untuk memastikan bahwa peringatan yang disampaikan satpol PP saat ini diindahkan oleh para pedagang kaki lima yang memanfaatkan badan jalan dan trotoar sebagai tempat berjualan, baik yang ada di pasar pandeglang, alun-alun Pandeglang, depan masjid agung Ar Rahman Pandeglang, Komplek perkantoran Cikupa pandeglang.

“Dari mulai hari kamis (25/10/2018). Karena udah limit waktu 7X24 hari (Peringatan Pertama), 3×24 jam (Peringatan Kedua) dan 3×24 berarti semuanya sudah terpenuhi (Prosedur-red), makanya dengan berat hati jikalau ada PKL yang dianggap melanggar Perda K3, maka kami akan mengamankan dengan cara mengambil kartu identitas kependudukannya untuk dibuatkan berita acara dinaikkan ke pengadilan untuk sidangkan berdasarkan peraturan yang ada,”ungkapnya saat ditemui disela-sela penyisiran PKL di pasar pandeglang, Jumat (26/10/2018).

Agus mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil penyisirannya diberbagai lokasi di Pasar Pandeglang, belum ada PKL yang terjaring razia, karena menurutnya jika ada pedagang yang masih membandel berjualan diatas badan jalan atau trotoar, maka pihaknya akan memprosesnya secara hukum seperti yang terkandung dalam perda no 4 Tahun 2008, yakni pedagang akan didenda Rp 25 juta dan hukuman subsider kurungan 3 bulan penjara.

“Sementara ini atau sampai hari (Jumat 26/10/2018), ini tidak ada yang terjaring kena pelanggaran mutlak, karena ketika kami turun mereka sudah mengamankan diri,”bebernya panjang lebar.

Agus menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring di lokasi-lokasi yang sering digunakan oleh para PKL tersebut, karena pihaknya tidak menginginkan ada PKL yang diproses secara hukum.

“Memang harapan kami juga jangan sampai ada para pedagang harus disidangkan, justru kami ingin para pedagang ini ngerti dan tertib,”imbuhnya.(Gatot)