Tiga Bangunan Cafe Cabe-cabean Dibongkar

FAKTA PANDEGLANG – Sebanyak tiga unit bangunan cafe cabe-cabean di Kampung Kebon Cabe Sindanglaut, Desa Panimbang Jaya, Kecamatan Panimbang milik Janim, Maman dan Rudi dibongkar oleh pihak Satpol-PP kecamatan setempat bersama para pemiliknya, soalnya cafe tersebut sering digunakan tempat transaksi esek-esek dan minuman keras (miras), sehingga dapat meresahkan masyarakat sekitar.

Camat Panimbang, Suaedi Kurdiatna mengatakan, para petugas Satpol-PP bersama pemilik cafe telah melakukan pembongkaran terhadap tiga cafe yang ada di wilayahnya. Soalnya kata camat, cafe tersebut sering digunakan transaksi esek-esek dan miras.

“Tadi siang ketiga cafe cabe-cabean itu kami bongkar bersama pemiliknya. Yang satu bangunan sudah rata dengan tanah dan yang kedua bangunan lagi pembongkarannya belum beres dan akan dilanjutkan besok nanti,” ungkap camat, Selasa (16/10/18)

Menurut camat, sebelumnya pihaknya juga sudah memberikan teguran kepada para pemilik cafe untuk tidak beroperasi di malam hari dan tidak menjual miras dan transaksi esek-esek. Akan tetapi, para pemilik bangunan tidak mengindahkan teguran yang sudah dilakukannya tersebut, maka dari itu pihaknya melakukan tindakan tegas agar pemilik membongkar bangunan cafe dan dibantu oleh petugas Satpol-PP Panimbang.

“Ini tidakan terahir yang kami lakukan. Soalnya kami sebelumnya telah memberikan teguran, namun tidak diindahkan, makanya hari ini kami meminta kepada pemilik cafe untuk membongkar bangunan cafe itu,” ujarnya

Lanjut camat, beberapa hari lalu juga sudah ada tiga warung remang-remang yang telah dimusnahkan. Karena ia menginginkan di wilayah Panimbang bersih dari peredaran miras dan bisnis esek-esek, sebab hal itu sangat bertentangan dengan Agama dan kultur budaya di wilayah kerjanya tersebut.

“Kami akan terus berusaha untuk mempersempit ruang likup bagi pelaku peredaran miras dan perilaku maksiat lainnya di Panimbang, dengan cara melakukan razia secara intens,” uajrnya

Ia menambahkan, memang wilayah Panimbang banyak objek wisata pantai. Jadi peredaran miras dan bisnis esek-esek cukup banyak, namun pihaknya akan terus berusaha membersihkan hal tersebut, baik melalui kegiatan razia, sosialisasi kepada masyarakat dan tindakan lainnya.

“Intinya kami ingin Panimbang ini bersih dari peredaran miras dan perilaku asusila. Makanya kami terus memberikan sosialisasi dan mengajak masyarak untuk memberantas keberadaan warem dan cafe-cafe yang biasa digunakan untuk penjualan miras dan transaksi esek-esek,” pungkasnya. (Achuy)